Keuangan, Asuransi, Perbankan, Finance, Kesehatan, Kanker

Jumat, 19 Februari 2016

Pengertian Asuransi Dasar dalam Istilah Hukum

Pengertian Asuransi dalam Istilah Hukum. Asuransi adalah  istilah hukum (legal term) yang dipakai dalam perundang-undangan dan Perusahaan perasuransian. Istilah perasuransian berasa dari kata “asuransi” yang berarti pertanggungan atau perlindungan atas suatu objek dari ancaman bahaya yang menimbulkan kerugian. 

Asuransi ialah jaminan atau perdagangan yang di berikan oleh penanggung (misalnya kantor asuransi kepada yang bertanggung untuk risiko kerugian sebagai yang ditetapkan dalam surat perjanjian (polis) bila terjadi kebakaran, kecurian, kerusakan dan sebagainya ataupun mengenai kehilangan jiwa (kematian) atau kecelakaan lainnya, dengan yang tertanggung membayar premi sebanyak yang di tentukan kepada penanggung tiap-tiap bulan.


Usaha yang berkenaan dengan Asuransi ada 2 (dua) jenis, yaitu :

a. Usaha dibidang kegiatan asuransi disebut usaha asuransi (insurance business). Perusahaan yang menjalankan usaha asuransi disebut perusahaan asuransi (insurance company).

b. Usaha dibidang kegiatan penunjang usaha asuransi disebut usaha penunjang usaha asuransi (complementary insurance business).

 Perusahaan yang menjalankan usaha penunjang usaha asuransi disebut Perusahaan      Penunjang      Usaha      Asuransi      (complementary      insurance company). Dalam pengertian perasuransian selalu meliputi 2(dua) jenis kegiatan usaha yaitu usaha asuransi dan usaha penunjang usaha asuransi.

 Perusahaan asuransi adalah jenis perusahaan yang menjalankan usaha asuransi.

Perusahaan Penunjang Asuransi adalah jenis perusahaan yang menjalankan usaha penunjang usaha asuransi.

 a. Kitab undang-undang hukum dagang (KUHD) menurut ketentuan pasal 246 KUHD :

“Pertanggungan adalah perjanjian dengan mana penanggung mengaitkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi untuk memberikan penggantian kepadanya karena kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan yang mungkin dideritanya akibat dari suatu evenemen”.

 Berdasarkan definisi tersebut dapat diuraikan unsur-unsur asuransi atau pertanggungan sebagai berikut:

 1. Pihak - pihak

Subjek asuransi adalah pihak-pihak dalam asuransi, yaitu penanggung dan tertanggung yang mengadakan perjanjian asuransi. Pihak tertanggung berkewajiban membayar premi kepada penanggung, sedangkan penanggung memberikan jaminan atas kerugian yang diderita tertanggung.



2. Status Pihak - pihak

Penanggung harus berstatus sebagai perusahaan badan hukum dapat berbentuk perseroan terbatas(PT), PerusahaanPerseroan(Persero) atau koperasi.Tertanggung dapat berstatus sebagai perseorangan, persekutuan, atau badan hukum,baik sebagai perusahaan atau punbukan perusahaan. Tertanggung berstatus sebagai pemilikatau pihak berkepentingan atas harta yang diasuransikan.

 Unsur Dasar Asuransi :

   1.  Objek Asuransi

 Objek asuransi dapat berupa benda, hak, atau kepentingan yang melekat pada benda, dan sejumlah uang yang disebut premi atau ganti kerugian. Melalui objek asuransi tersebut  ada tujuan yang ingin dicapai oleh  pihak-pihak.Penanggung bertujuan memperoleh pembayaran sejumlah premi sebagai imbalan pengalihan risiko.Tertanggung bertujuan bebas dari resiko dan memperoleh penggantian jika timbul kerugian atas harta miliknya.

   2.  Peristiwa Asuransi

         Peristiwa asuransi adalah perbuatan hukum (legalact) berupa persetujuan atau kesepakatan bebas antara penanggung dan tertanggung mengenai objek asuransi, peristiwa tidak pasti (evenemen) yang mengancam benda asuransi, dan syarat-syarat yang berlaku dalam asuransi. Persetujuan atau kesepakatan bebas tersebut dibuat dalam bentuk tertulis berupa akta yang disebut polis. Polis ini merupakan satu-satunya alat bukti yang dipakai untuk membuktikan telah terjadi asuransi.

   3.  Hubungan Asuransi

Hubungan asuransi yang terjadi antara penanggung dan tertanggung adalah keterikatan (legally bound) yang timbul karena persetujuan atau kesepakatan bebas.Keterikatan tersebut timbul secara sukarela,yaitu Pihak penanggung (perusahaan asuransi) berkewajiban mengganti kerugian yang dia lami nasabah karena kejadian atau musibah tertentu (sesuai dengan perjanjian yang disepakati). Di lain pihak, nasabah harus membayar sejumlah dana(premi) kepada perusahaan asuransi.

       Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan diatas, maka dapat diidentifikasi beberapa unsur yang harus ada pada asuransi kerugian sebagai berikut:

a)      Penanggung dan tertanggung

b)     Persetujuan bebas antara penanggung dan tertanggung

c)      Benda asuransi dan kepentingan tertanggung

d)     Tujuan yang ingin dicapai

e)      Resiko dan premi

f)      Evenemen dangan kerugian

g)      Syarat-syarat yang berlaku

h)     Bentuk akta polis asuransi

                  Cukup sekian dulu tentang Pengertian Asuransi Dasar Menurut Istilah Hukum, berikutnya kita membahas manfaat apa saja ikut asuransi dan macam macam asuransi.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Pengertian Asuransi Dasar dalam Istilah Hukum

0 komentar:

Posting Komentar